Postingan

Tentang Penumpukan Emosi

Belakangan ini emosi saya tidak stabil. Saya seringkali merasa lelah luarbiasa, selalu marah, mudah bersedih, dan mengalami perubahan emosi yang cepat sekali berubah. Kadang saya menemukan diri saya menangis saat mengendarai sepeda motor, mandi, atau sholat. Namun begitu saya menyadari kalau saya sedang menangis, tangisan itu segera berhenti dan saya kembali merasa seperti tidak ada apa-apa. Badan pun rasanya mudah sekali lelah. Karena itu setiap hari sepulang kantor, saya hanya mandi, makan, sholat, dan tidak melakukan apa-apa lagi selain scrolling instagram, menonton youtube, serta membaca novel di ipusnas. Saya hampir tidak pernah begadang, namun selalu terbangun di tengah malam. Pagi hari pun saat bangun saya merasa kelelahan luar biasa. Setelah hal ini berlangsung cukup lama, baru lah saya menyadari, terlalu banyak emosi terpendam di dalam diri saya. Sedari kecil saya diajarkan untuk tidak menunjukkan emosi kepada orang lain. Kita boleh sedih, kita boleh lelah, tapi simpan pera...

Tidak Ada yang Harus Di Dunia Ini

Gambar
Beberapa bulan belakangan menyadari, kalau saya mungkin terlalu banyak mau. Seperti manusia lain, waktu saya hanya 24 jam dan tangan saya Alhamdulillah masih ada dua, tapi saya seringkali iri melihat pencapaian orang lain dan membuat saya kesal sendiri, kenapa saya tidak bisa seperti itu? Sampai beberapa bulan sebelum tahun baru, saya sudah membuat resolusi 2020 dengan ambisius. Saya ingin kesana ke situ, ingin ini ingin itu, ingin belajar ini belajar itu. Utamanya, saya ingin mengembangkan bisnis rajutan saya ke skala yang lebih luas. Saya ingin menjadi wanita karir + entrepreneur sekaligus. Saya tidak peduli saya mampu atau tidak. Saya harus mampu. Namun malam tahun baru mengubah saya 180 derajat. Di malam tahun baru saya membaca majalah kesayangan saya, In The Moment . Dan artikel tulisan Lottie Storey merubah cara berpikir saya. Di artikel berjudul 'What Do You Want To Be When You Grow Up?', ia mengutip tulisan Elizabeth Gillbert yang menjabarkan perbedaan ho...

Review Film Imperfect: Insecure adalah Milik Semua Manusia, Kecuali Reza Rahardian

Gambar
Sejujurnya saya bukan penikmat film Indonesia. Film Indonesia favorit saya yang sanggup saya tonton berulang-ulang tiap tujuh belasan adalah Trilogi Merdeka. Dulu jaman tinggal di rumah, SCTV selalu menayangkan trilogi merdeka setiap tujuh belasan, dan saya selalu menonton. Sekarang, anak kost ini tidak punya TV, jadi kalau tujuh belasan mentok ya streaming upacara pengibaran bendera aja di youtube. Tapi walau sudah sekian tahun tidak menonton Trilogi Merdeka, saya masih yakin kalau tiga film itu tetap film Indonesia favorit saya, saking nggak banyaknya film Indonesia yang saya tonton. Terus gimana kisahnya bisa mau-mauan nonton Imperfect di bioskop? Jadi ceritanya minggu lalu saya sudah koar-koar dengan berapi-api di kantor kalau sore itu saya akan creambath . Pak Bos sampai rela mengizinkan saya pulang cepat jam dua siang demi saya mau creambath. Wow sungguh sepenting itu memang crembath untuk saya. Tapi nyatanya karena hujan deras, saya baru sampai ke lokasi jam empat sore ...

Tentang Menikmati Proses

Gambar
"Mengapa hasil selalu lebih penting dari pada proses? Mengapa kita tidak belajar untuk menikmati proses sebelum menuntut hasil yang sesuai dengan yang kita harapkan?" Saya pernah ada di masa di mana hidup bagi saya sebatas post instagram. Saya berkarya, karena merasa profil instagram saya sepi tanpa konten baru. Saya pergi ke tempat baru, untuk update insta-stories. Saya mencari tempat makan lucu demi memuaskan rasa 'pamer'. Setiap instagram post saya mendapat banyak like, saya lebih bersemangat untuk membuat karya-karya baru. Saya bahkan sampai memiliki lima akun instagram. Semuanya dengan niche berbeda, dan memiliki 'target pasar'-nya masing-masing. Namun dengan waktu hanya 24 jam, tidak mungkin semua instagram itu dapat saya maintain . Perlahan instagram dengan follower paling sedikit dan jumlah like tidak memuaskan saya tinggalkan. Saya lebih fokus ke instagram dengan follower terbanyak, @hellopico . Saya tau rasa haus akan follower dan like tidak ...

Tentang Menggapai Mimpi

Gambar
Sebagian besar dari kita pasti punya cita-cita dalam hidup ini. Tentu ada juga orang yang berprinsip hidup seperti air mengalir, namun saya yakin mereka pun punya mimpi apa yang ingin mereka capai dalam hidup. Mungkin hanya dalam batas angan saja, namun at least pasti ada. Tapi berapa banyak dari kita yang pada akhirnya berhenti hanya di cita-cita saja karena tidak berani menggapainya? Saya yakin, pasti banyak. Karena saya pun begitu. Sampai detik ini, walau sudah merasa nyaman dengan hidup sebagai karyawan ber-gaji bulanan tetap setiap bulannya, saya masih memiliki harapan untuk terus berkembang. Sampai hari ini, bahkan empat jam yang lalu, setiap melihat ‘gedung setengah jadi’ dengan tower crane berdiri berjajar di sitenya, saya selalu berpikir, “Kapan ya, saya bisa mengerjakan bangunan sebesar itu?” Padahal kenyataannya, saya bukannya tidak pernah diberi kesempatan. Sebenarnya saya pernah ditawari untuk interview di suatu perusahaan kontruksi yang tengah mengerjak...

Yuzu Indonesia Masters 2019

Gambar
Saya sudah tertarik pada badminton sejak tahun 2008, tepatnya saat pegelaran BRI Thomas Cup and Uber Cup 2008. Saya ingat sekali bagaimana kecewanya saya sebelas tahun lalu saat tayangan TV diacak dan gagal menonton Thomas dan Uber Cup pada saat itu. Dan bagaimana bahagianya saya saat akhirnya TransTV menayangkan beberapa hari terakhir. Namun selepas itu, kesukaan saya pada bulu tangkis perlahan memudar karena tidak banyak stasiun TV yang menayangkannya. Selain itu akses informasi juga tidak semudah sekarang. Bertahun-tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2018, Indonesia kembali menjadi tuan rumah event olahraga bergensi, Asian Games 2018. Warga Indonesia mana yang tidak tahu tentang Asian Games 2018? Saya yakin, bahkan mereka yang tidak tertarik pada dunia olahraga pun paling tidak menonton beberapa pertandingan Asian Games. Pembicaraan dan perhatian semua orang mendadak tersita dengan Asian Games. Begitu pun saya. Di kantor, layar laptop saya hampir selalu menayangkan Asian Ga...

Dua Puluh Enam Tahun Sudah

Gambar
Selamat tanggal 9 September yang ke-26 kali, Audi. Terima kasih karena telah berjuang 26 tahun terakhir. Terima kasih telah sangat kuat menghadapi semua yang telah terjadi. Maaf karena tahun ini ada mimpi besar yang gagal kamu capai, tapi percayalah bahwa itu yang terbaik untukmu. Percaya pada semua yang telah Tuhan gariskan. Karena Ia adalah sebaik-baiknya perencana. Percayalah Ia telah menyiapkan pengganti mimpi besar itu. Tahun lalu memang berat. Kamu merasakan menemukan, kehilangan, menemukan kembali, lalu kehilangan lagi. Tidak apa-apa, hidup adalah perjalanan. Berjalan lah, temukan ritmemu. Toh setelah banyak kehilangan itu pada akhirnya kamu menemukan hal yang lebih penting. Kamu menemukan dirimu sendiri. Tidak perlu terburu-buru. Hidupmu bukan pelarian. Terlepas dari itu semua, terima kasih untuk pencapaian-pencapaian kecil yang berhasil kamu raih. Semangat lah untuk tahun-tahun depan dan banyak pencapaian lainnya. Semangat untuk tahun ini. Aku yakin tahun ini...