Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Tentang Penumpukan Emosi

Belakangan ini emosi saya tidak stabil. Saya seringkali merasa lelah luarbiasa, selalu marah, mudah bersedih, dan mengalami perubahan emosi yang cepat sekali berubah. Kadang saya menemukan diri saya menangis saat mengendarai sepeda motor, mandi, atau sholat. Namun begitu saya menyadari kalau saya sedang menangis, tangisan itu segera berhenti dan saya kembali merasa seperti tidak ada apa-apa. Badan pun rasanya mudah sekali lelah. Karena itu setiap hari sepulang kantor, saya hanya mandi, makan, sholat, dan tidak melakukan apa-apa lagi selain scrolling instagram, menonton youtube, serta membaca novel di ipusnas. Saya hampir tidak pernah begadang, namun selalu terbangun di tengah malam. Pagi hari pun saat bangun saya merasa kelelahan luar biasa. Setelah hal ini berlangsung cukup lama, baru lah saya menyadari, terlalu banyak emosi terpendam di dalam diri saya. Sedari kecil saya diajarkan untuk tidak menunjukkan emosi kepada orang lain. Kita boleh sedih, kita boleh lelah, tapi simpan pera...

Tidak Ada yang Harus Di Dunia Ini

Gambar
Beberapa bulan belakangan menyadari, kalau saya mungkin terlalu banyak mau. Seperti manusia lain, waktu saya hanya 24 jam dan tangan saya Alhamdulillah masih ada dua, tapi saya seringkali iri melihat pencapaian orang lain dan membuat saya kesal sendiri, kenapa saya tidak bisa seperti itu? Sampai beberapa bulan sebelum tahun baru, saya sudah membuat resolusi 2020 dengan ambisius. Saya ingin kesana ke situ, ingin ini ingin itu, ingin belajar ini belajar itu. Utamanya, saya ingin mengembangkan bisnis rajutan saya ke skala yang lebih luas. Saya ingin menjadi wanita karir + entrepreneur sekaligus. Saya tidak peduli saya mampu atau tidak. Saya harus mampu. Namun malam tahun baru mengubah saya 180 derajat. Di malam tahun baru saya membaca majalah kesayangan saya, In The Moment . Dan artikel tulisan Lottie Storey merubah cara berpikir saya. Di artikel berjudul 'What Do You Want To Be When You Grow Up?', ia mengutip tulisan Elizabeth Gillbert yang menjabarkan perbedaan ho...

Review Film Imperfect: Insecure adalah Milik Semua Manusia, Kecuali Reza Rahardian

Gambar
Sejujurnya saya bukan penikmat film Indonesia. Film Indonesia favorit saya yang sanggup saya tonton berulang-ulang tiap tujuh belasan adalah Trilogi Merdeka. Dulu jaman tinggal di rumah, SCTV selalu menayangkan trilogi merdeka setiap tujuh belasan, dan saya selalu menonton. Sekarang, anak kost ini tidak punya TV, jadi kalau tujuh belasan mentok ya streaming upacara pengibaran bendera aja di youtube. Tapi walau sudah sekian tahun tidak menonton Trilogi Merdeka, saya masih yakin kalau tiga film itu tetap film Indonesia favorit saya, saking nggak banyaknya film Indonesia yang saya tonton. Terus gimana kisahnya bisa mau-mauan nonton Imperfect di bioskop? Jadi ceritanya minggu lalu saya sudah koar-koar dengan berapi-api di kantor kalau sore itu saya akan creambath . Pak Bos sampai rela mengizinkan saya pulang cepat jam dua siang demi saya mau creambath. Wow sungguh sepenting itu memang crembath untuk saya. Tapi nyatanya karena hujan deras, saya baru sampai ke lokasi jam empat sore ...