Review Unrequited Love
Sejujurnya saya bukan tipe orang yang gemar membuat review mengenai apa yang saya tonton, apa yang saya baca, apalagi apa yang saya makan. Karena ingatan saya seperti ikan dory, mudah sekali terhapus dan lupa. Lalu apa yang mau direview kalau saya sudah lupa jalan ceritanya? Namun biasanya bila satu buku/film/series sangat bagus, walau sudah lupa jalan ceritanya, saya akan tetap mengingat perasaan yang saya rasakan saat menikmatinya. Termasuk ke drama Unrequited Love yang akan saya review ini. Jadi walau sudah enam minggu berlalu dan saya sudah lupa nama pemeran-pemerannya, malam ini ditemani playlist Mandopop Hits di Spotify, sebotol aqua, dan setoples makaroni pedas, saya akan membagi review saya tentang drama yang sukses membuat saya binge watching 24 episode hanya dalam 4 hari saja. FYI, saya bukan tipe orang yg betah binge watching. Terakhir binge watching nonton drama itu Januari 2019 lalu, nonton Another Oh Ha Young. Biasanya saya tipe orang yang akan menonton 1 episode drama dalam 2-4 hari hahaha.
Btw, review ini akan penuh spoiler ya!
Sebenarnya drama ini sama saja dengan drama-drama lainnya. Tentang Luo Zhi yang menyukai Sheng Huainan sejak SMA. Namun Luo Zhi bukan tipe wanita-wanita dalam drama yang akan mengejar-ngejar pria yang disukai. Luo Zhi tidak pernah mengusik Sheng Huainan sedikit pun, ia malah cenderung bersembunyi dan mencintai Huainan dari jauh hingga saat mereka bertemu lagi di universitas, Huainan sama sekali tidak menyadari kehadiran Luo Zhi padahal mereka satu SMA dan saat SMA mereka pernah saling mengirim pesan lewat uap kaca jendela. Sejak kejadian kaca jendela itu, sebenarnya Sheng Huainan sudah mencari sosok Luo Zhi namun takdir belum mempertemukan mereka. Huainan malah mengira teman sebangku Luo Zhi sebagai gadis yang sering berkirim pesan lewat uap di kaca jendela dengan dia, lalu mereka berpacaran. GITU YA LUO ZHI DIEM AJA DONG (pemirsa emosi). Pada akhirnya Huainan tau juga kok siapa gadis yang dia cari di SMA dulu, tapi masih nanti banget karena Luo Zhi nya diem diem bae~
Selama SMA Luo Zhi tidak pernah menyapa Huainan. Paling banter dia cuma nungguin Huainan di jalan dekat sekolah mereka tiap pagi dan sok-sokannya jalan di belakangnya Huainan. Sengaja banget ngepas-ngepasin. Dan aku gemes banget ya Tuhan, Huainan apakah Anda mengidap prosopagnosia sampai ada temen sekolah pakai seragam sama, tiap pagi ketemu walau cuma sekelebat, tapi ya nggak hapal juga. Aku aja hapal wajah Mbak Mbak indomaret deket kantor padahal paling ketemunya seminggu dua kali waktu mau beli Indomie. Luo Zhi juga bukan tipe orang yang akan curhat sama orang lain. Jadi yang tau tentang dia dan Huainan cuma buku harian yang dia tulis setiap hari, dedicated to the one and only Sheng Huainan. Makanya aku nangis banget dong waktu akhirnya itu buku harian ilang. Padahal itu lah satu-satunya rekam jejak perjalanan cinta bertepuk sebelah tangan Luo Zhi - Sheng Huainan dari nol. Serius deh, itu masa SMA emang nyesek banget buat Luo Zhi kayanya. Dia pernah ngasih surat buat Huainan tapi berakhir suratnya keguyur air terus nggak pernah sampai ke Huainan. Emang takdir suka gitu. Kalau belum waktunya, ada aja halangannya. Tapi untungnya waktu kuliah tahun kedua mereka ketemu dan malah jadi deket :')
Gimana kisah manis-pahitnya mereka waktu kuliah nggak akan aku detail karena panjang amat tapi cute menggemaskan tapi bikin pening karena naik turun muluuuu. Harus ditonton sendiri emang sih.
Tipikal drama China (at least yang pernah aku tonton), konfliknya itu nggak banyak. Dan cintanya juga nggak bersegi-segi sampai bikin bingung. Nggak ada itu second lead syndrome. Karena ya sejak awal Luo Zhi - Sheng Huainan udah no place for other person. Ada sih, Ye Zhanyan. Ini nih satu-satunya bocah perusak suasana. Mantan pacar Huainan tapi kisah cinta mereka fabricated abis. Alias Zhanyan pura-pura jadi Luo Zhi habis kejadian kirim pesan lewat uap jendela itu. Karena pada dasarnya Zhanyan udah suka Huainan dari lama tapi tau kalau Huainan nyari Luo Zhi. Pada akhirnya mereka bubar juga tapi Zhanyan masih nempel aja ke Huainan bahkan sampai memfitnah Luo Zhi segala macam. Agak drama memang, tapi masih bisa dinikmati.
Selain itu, drama China itu romantisnya banget banget tapi nggak bikin eneg, tapi begitu klimaks kita akan dikoyak habis-habisan. Drama ini juga sama, scene Luo Zhi - Sheng Huainan yang naik turun itu imut banget buat diikuti. Tapi begitu mendekati akhir yang konflik besarnya baru kebuka malah berasa kejatuhan bom dan terkoyak koyak. Tapi untuk klimaksnya ini, aku nggak akan spoiler ya. Memang cukup bisa diprediksi, cuma tetep aja bikin pingin "udahan dong sedihnya masa senengnya cuma bentaran dua orang ini."
Selain Luo Zhi-Sheng Huainan, drama ini juga bertabur kisah cinta lain beragam jenis. Manis pahit, ada semua. Aku detail satu per satu ya.
Zhang Ming Rui - Xu Ri Qing
Zhang Ming Rui dan Sheng Huainan ini satu kamar di asrama bersama empat orang mahasiswa lain. Dari semua teman sekamarnya, Sheng Huainan paling dekat dengan Ming Rui. Singkat cerita, Ming Rui ini suka sama Xu Ri Qing, namun seperti yang sudah-sudah, Ri Qing malah suka sama Huainan. Ri Qing ini cenderung kasar dan seenaknya sendiri. Sebel banget aku waktu dia marah-marah sama Ming Rui dan bilang kalau Ming Rui adalah penyebab Huainan nggak mau dekat-dekat Ri Qing, karena dikiranya Huainan sungkan karena tau Ming Rui suka sama Ri Qing. Yha padahal emang Huainan nya enggak suka sama situ, Neng. Pada akhirnya Ri Qing sadar cinta tulusnya Ming Rui untuk dia dan putar balik jadi ngejar-ngejar Ming Rui. Sayangnya Ming Rui udah keburu suka sama orang lain. Tapi untungnya kali ini Ri Qing udah lebih dewasa dan mundur tanpa drama. Walau ngeselin, tapi dia bukan tokoh yang bikin kita nggak suka sama dia.
Chen Mo Han - Ge Bi - Zhiang Bai Li - Gu Zhi Ye
Jadi Zhiang Bai Li ini adalah roommate dan sahabatnya Luo Zhi semasa kuliah. Dia polos dan baik banget. Benar-benar gambaran sosok yang pingin banget kita jagain saking baiknya.
Singkat cerita Chen Mo Han, Ge Bi, dan Zhiang Bai Li ini teman satu SMA. Bai Li yang adalah anak pindahan duduk sebangku dengan Mo Han dan mereka dekat. Selama masa SMA, Ge Bi suka banget sama Mo Han. Bahkan waktu Ge Bi menyatakan cinta, Mo Han menerima. Tapi ternyata di depan teman-teman yang lain dia mengaku tidak pacaran dengan Ge Bi. Ge Bi yang patah hati lalu dihibur oleh Bai Li. Sampai akhirnya Bai Li menyatakan cinta ke Ge Bi dan Ge Bi menerima. Ge Bi sebenarnya tidak jahat. Dia perhatian sama Bai Li. Tapi buat dia, Bai Li bukan prioritas. Dia hanya menyayangi Bai Li setengah hati karena pikirannya masih penuh Mo Han. Pada akhirnya saat Mo Han datang kembali, Ge Bi selalu memprioritaskan Mo Han daripada Bai Li. Sampai akhirnya mereka putus. Di saat ini Mo Han meminta tolong Gu Zhi Ye, sosok om-om eksekutif muda mampan, cukup tampan, dan perhatian untuk mendekati Bai Li. Dan seperti yang sudah kita perkirakan, pada akhirnya Zhi Ye terpesona beneran sama kepolosan Bai Li dan Ge Bi baru lah menyesal. Penyesalan emang selalu datang terakhir, Dek. Dan di akhir aku adalah tim Bai Li - Zhi Ye, karena orang sebaik Bai Li pantas mendapatkan laki-laki yang sayang sama dia 100%.
Ding Shui Jing - Luo Yang - Chen Jing
Ini yang paling tragis menurut aku sih. Karena pada akhirnya tidak ada yang benar-benar bahagia dari mereka bertiga. Jadi Ding Shui Jing ini adalah teman SMAnya Luo Zhi. Sebenarnya mereka tidak terlalu dekat karena Luo Zhi kan membuat jarak dengan semua orang. Tapi Shui Jing melabeli dirinya sendiri sebagai sahabatnya Luo Zhi dan nempel banget sama Luo Zhi bahkan walau mereka sudah beda universitas, dia masih rajin mengirim surat ke Luo Zhi. Secara kebetulan, Shui Jing ternyata satu kampus dengan kakak sepupu Luo Zhi, Luo Yang. Singkat cerita mereka akhirnya dekat. Tapi ternyata Luo Yang sudah punya tunangan, Chen Jing. Dramanya nggak berlebihan. Walau Shui Jing - Chen Jing pernah ketemu, nggak ada adegan bentak-bentak, cakar jambak, dan siram-siraman air. Toh pada akhirnya seperti yang sudah kita tau, Luo Yang akan kembali ke Chen Jing dan menikah. Tapi yang bikin aku nangis adalah ternyata Luo Yang bikin lukisan berjudul 'Parallel World' dan dipajang di pamerannya dia. Lukisan itu seakan melukiskan isi hati terdalam Luo Yang andai di dunia paralel dia bisa bersama Shui Jing. Scene waktu Shui Jing nangis di pameran sukses bikin hati ini ikut teriris-iris juga.
Akhir kata, drama ini beneran manis banget! Kalian pasti senyum-senyum sendiri dan sedikit merasa pahit nontonin scene Luo Zhi - Sheng Huainan mulai masa SMA, pedekate waktu kuliah, sampai akhirnya jadian. Kisah cinta couple-couple lain juga seru banget untuk dinikmati. Kalau butuh tontonan enteng nggak usah mikir, drama ini recommended asli. Aku aja kayanya mau rewatch hahaha. Ada di Netflix btw :)

















Komentar
Posting Komentar